PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi Perkembangan

artifisialisme

artificialism

Ringkasan Singkat

Asumsi perkembangan pada anak-anak bahwa segala sesuatu yang ada di dunia diciptakan oleh entitas sadar seperti Tuhan atau manusia.

Artifisialisme (artificialism) adalah istilah yang diperkenalkan oleh Jean Piaget untuk menggambarkan kecenderungan anak-anak pada tahap pra-operasional (usia sekitar 2 hingga 7 tahun) untuk percaya bahwa fenomena alam diciptakan oleh manusia atau makhluk ilahi untuk tujuan tertentu. Sebagai contoh, seorang anak mungkin percaya bahwa gunung ada karena seseorang membangunnya dengan tumpukan tanah besar, atau bahwa malam hari diciptakan agar manusia bisa tidur.

Piaget membedakan artifisialisme dari animisme (keyakinan bahwa benda mati memiliki jiwa). Dalam artifisialisme, fokusnya adalah pada asal-usul benda yang dianggap 'buatan' dan memiliki tujuan instrumental. Pemikiran ini mencerminkan keterbatasan anak dalam memahami kausalitas fisik dan sains, serta kecenderungan mereka untuk melihat dunia dari perspektif egosentris di mana segala sesuatu berhubungan dengan kebutuhan manusia.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Piaget, J. (1929). The Child's Conception of the World. Routledge & Kegan Paul.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback